31
Jan
12

Himne ke Havana

Himne ke Havana

(Untuk Tinyo di Hari Ulang Tahun)

Pagi ini, ketika tabir selimut malam dibuka sang surya, kubangun seraya bibirku mendekatkan hatiku padamu dalam kata: Terima kasih Tuhan.  Pagi ini, ketika kicauan burung menyambut pancaran perdana sang fajar, terima kasihku melebur dalam laras-laras nada ibarat melodi paling indah. Pagi ini, ketika jendela kamar kubuka dan hembusan angin pagi membangkitkan sejuta selera di dalam dada, rasa terima kasihku menjulur ke awan gemawan, menganyam rima-rima mazmur yang kudaras bersama semesta sepanjang hari ini.

Siapakah aku ini, oh Tuhan, sehingga Kau cintai aku dengan kasih seputih surga? Siapakah aku ini hingga aku tak mampu membilang butir-butir anugerahMu sepanjang petualangan ini? Maha di atas segala maha! Di atas segala maha, hanya Engkaulah yang maha! Aku dan segala adaku ingin kubaktikan untukMu sebagai gambaran lugas dari titik-titik bisu di atas kanvas, yang Kau-meterai di simpul-simpul hidupku.

Havana Kauberi aku bak sabana. Gersang tiada dua sejauh mata memandang. Dan Kau-haruskan aku melangkah tertatih-tatih menembusi gelora pagar fatamorgana hingga kutemukan sisa-sisa oase entah di mana. Sesungguhnya aku tak tahu, ke mana Engkau menuntun aku. Tetapi kuyakin teguh bahwa Engkau, oh Tuhan, tiada pernah melepaskan daku.

31 Januari 2012

PMSKsvd


0 Responses to “Himne ke Havana”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: